Wisata

Wisata Banda Aceh Cara Membuat Rencananya

Cara Membuat Rencana Wisata Banda Aceh – Kota Banda Aceh merupakan Ibu Kota Provinsi Aceh, Indonesia. Sebagai pusat pemerintahan, Banda Aceh menjadi pusat kegiatan ekonomi, politik, sosial dan budaya. Kota Banda Aceh juga merupakan kota Islam yang paling tua di Asia Tenggara, di mana Kota Banda Aceh merupakan ibu kota dari Kesultanan Aceh.

Sejarah

Lukisan Kota Banda Aceh pada masa Kesultanan Aceh dari arah laut oleh François Valentijn (1724-1726)
Banda Aceh sebagai ibu kota Kesultanan Aceh Darussalam berdiri pada abad ke-14. Kesultanan Aceh Darussalam dibangun di atas puing-puing kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha yang pernah ada sebelumnya, seperti Kerajaan Indra Purba, Kerajaan Indra Purwa, Kerajaan Indra Patra, dan Kerajaan Indrapura (Indrapuri). Dari batu nisan Sultan Firman Syah, salah seorang sultan yang pernah memerintah Kesultanan Aceh, didapat keterangan bahwa Kesultanan Aceh beribu kota di Kutaraja (Banda Aceh). (H. Mohammad Said a, 1981:157).[7]

Kemunculan Kesultanan Aceh Darussalam yang beribu kota di Banda Aceh tidak lepas dari eksistensi Kerajaan Islam Lamuri. Pada akhir abad ke-15, dengan terjalinnya suatu hubungan baik dengan kerajaan tetangganya, maka pusat singgasana Kerajaan Lamuri dipindahkan ke Meukuta Alam.[8] Lokasi istana Meukuta Alam berada di wilayah Banda Aceh.

Sultan Ali Mughayat Syah memerintah Kesultanan Aceh Darussalam yang beribu kota di Banda Aceh, hanya selama 10 tahun. Menurut prasasti yang ditemukan dari batu nisan Sultan Ali Mughayat Syah, pemimpin pertama Kesultanan Aceh Darussalam ini meninggal dunia pada 12 Dzulhijah Tahun 936 Hijriah atau bertepatan dengan tanggal 7 Agustus 1530 Masehi. Kendati masa pemerintahan Sultan Mughayat Syah relatif singkat, namun ia berhasil membangun Banda Aceh sebagai pusat peradaban Islam di Asia Tenggara. Pada masa ini, Banda Aceh telah berevolusi menjadi salah satu kota pusat pertahanan yang ikut mengamankan jalur perdagangan maritim dan lalu lintas jemaah haji dari perompakan yang dilakukan armada Portugis.

Pada masa Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh tumbuh kembali sebagai pusat perdagangan maritim, khususnya untuk komoditas lada yang saat itu sangat tinggi permintaannya dari Eropa. Iskandar Muda menjadikan Banda Aceh sebagai taman dunia, yang dimulai dari komplek istana. Komplek istana Kesultanan Aceh juga dinamai Darud Dunya (Taman Dunia).

Pada masa agresi kedua Belanda, terjadi evakuasi besar-besaran pasukan Aceh keluar dari Banda Aceh yang kemudian dirayakan oleh Van Swieten dengan memproklamasikan jatuhnya kesultanan Aceh dan mengubah nama Banda Aceh menjadi Kuta Raja. Setelah masuk dalam pangkuan Pemerintah Republik Indonesia baru sejak 28 Desember 1962 nama kota ini kembali diganti menjadi Banda Aceh berdasarkan Keputusan Menteri Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah bertanggal 9 Mei 1963 No. Des 52/1/43-43.

Pada tanggal 26 Desember 2004, kota ini dilanda gelombang pasang tsunami yang diakibatkan oleh gempa 9,2 Skala Richter di Samudera Hindia. Bencana ini menelan ratusan ribu jiwa penduduk dan menghancurkan lebih dari 60% bangunan kota ini. Berdasarkan data statistik yang dikeluarkan Pemerintah Kota Banda Aceh, jumlah penduduk Kota Banda Aceh hingga akhir Mei 2019 adalah sebesar 270.321 jiwa

Geologi
Cara Membuat Rencana Wisata Ke Banda Aceh – Berdasarkan peta geologi lembar Banda Aceh, Sumatra (Bennet et al, 1981), wilayah Kota Banda Aceh umumnya tersusun oleh endapan kuarter yang terdiri dari endapan pematang pantai, endapan rawa, dan endapan aluvial berumur Pleistosen dan Holosen. Berdasarkan data pemboran, lapisan endapan aluvial dekat dengan pantai dapat mencapai ketebalan 206 meter di bawah permukaan tanah di daerah Cot Paya di sebelah Timur Sungai Krueng Aceh. Sementara itu, beberapa puluh kilometer ke arah hulu di daerah Lambaro, endapan aluvium mempunyai ketebalan minimum 70 meter dengan proporsi 20% pasir dan 80% lempung pasiran hingga pasir lempungan (Ploethner dan Siemon, 2006)

Kota Banda Aceh memiliki 9 kecamatan dan 90 gampong dengan kode pos 23111-23244 (dari total 243 kecamatan dan 5827 gampong di seluruh Aceh). Per tahun 2010 jumlah penduduk di wilayah ini adalah 224.209 (dari penduduk seluruh provinsi Aceh yang berjumlah 4.486.570) yang terdiri atas 115.296 pria dan 108.913 wanita (rasio 105,86). Dengan luas daerah 617 ha (dibanding luas seluruh provinsi Aceh 5.677.081 ha), tingkat kepadatan penduduk di wilayah ini adalah 36.425 jiwa/km² (dibanding kepadatan provinsi 78 jiwa/km²). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya sebesar 238.814 jiwa dengan luas wilayahnya 61,36 km² dan sebaran penduduk 3.892 jiwa/km².[2][5]

Daftar kecamatan dan gampong di Kota Banda Aceh, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Gampong
Daftar Gampong
11.71.01Baiturrahman10Ateuk JawoAteuk Deah TanohAteuk PahlawanAteuk MunjengNeusu AcehKampung BaruNeusu JayaPeunitiSeutuiSukaramai
11.71.07Banda Raya10Lam AraLam PeuotMiboLhong CutLhong RayaPenyeuratLamlagangGeuceu KomplekGeuceu IneumGeuceu Kayee Jato
11.71.08Jaya Baru9BitaiEmpeeromGeuceun MeunaraLam JameeLampoh DayaLamteumen BaratLamteumen TimurPunge Blang CutUlee Pata
11.71.02Kuta Alam11PeunayongLaksanaKeuramatKuta AlamBeuraweKota BaruBandar BaruMuliaLampuloLamdinginLambaro Skep
11.71.06Kuta Raja6Lampaseh KotaMerduatiKeudahPeulanggahanGampong JawaGampong Pande
11.71.05Lueng Bata9BatohBlang CutCot MesjidLam PalohLamdomLamseupeungLueng BataPanteriekSukadamai
11.71.03Meuraksa16Alue Deah TeungohAsoe NanggroeBlangBlang OiBaruCot LamkueweuhDeah BaroDeah GlumpangLambungLamjabatLampaseh AcehPiePunge JurongPunge UjongSurienUlee Lheue
11.71.04Syiah Kuala10Alue NagaDeah RayaIe Masen Kaye AdangJeulingkeKopelma DarussalamLamgugobPeuradaPineungRukohTibang
11.71.09Ulee Kareng9Pango RayaPango DeahIlieLamtehLam GlumpangCeurihIe Masen Ulee KarengDoyLambhuk
TOTAL90

Pariwisata

Kota Banda Aceh sebagai ibu kota dari Kesultanan Aceh Darussalam yang dahulunya merupakan salah satu dari lima Kerajaan Islam terbesar di dunia menyimpan berbagai situs peninggalan sejarah dari berbagai masa, mulai dari masa Kesultanan, masa Kolonial Belanda, masa bergabung dalam bingkai NKRI, masa konflik hingga tsunami. Berbagai situs objek wisata tersebut antara lain adalah Masjid Raya Baiturrahman, Komplek Taman Ghairah, Museum Sejarah Aceh, Museum Tsunami Aceh, Makam Sultan Iskandar Muda dan berbagai macam situs peninggalan sejarah lainnya terdapat di berbagai sudut kota Islam tertua di Asia Tenggara ini.

Tempat Wisata di Banda Aceh

Cara Membuat Rencana Wisata Ke Banda Aceh – Mau Berkunjung ke Aceh? Inilah List Tempat Wisata Terbaik di Banda Aceh. Objek Wisata Alam Terbaru, Kekinian & Paling Hits Dikunjungi oleh Wisatawan Saat Liburan atau pun Akhir Pekan.

Aceh merupakan salah satu Provinsi di Pulau Sumatera yang memiliki banyak potensi alam dengan pesona yang tidak kalah menariknya. Wilayah ini memiliki banyak destinasi wisata, baik wisata alam seperti Pantai dan Air Terjun misalnya. Bahkan terdapat beberapa tempat yang notabene jarang diketahui oleh khalayak ramai, sehingga keaslian dan pesona yang disajikan justru masih sangat alami.

Disamping itu, mayoritas wisata alam yang berada di Provinsi Aceh ini memang masih terjaga keasriannya, sehingga sangat cocok bagi Anda yang ingin explore dengan pilihan nuansa alam. Dari beberapa Pantai yang ada, mayoritas juga bisa digunakan sebagai wahana diving atau menyelam. Dengan demikian, tidak hanya panorama pantainya saja yang terlihat indah, melainkan juga pesona bawah laut yang menyajikan berbagai macam tanaman dan hewan yang indah.

Pada ulasan kali ini, kita akan membahas sejumlah tempat wisata, baik itu wisata alam atau buatan. Selain bisa dijadikan sebagai rujukan untuk melakukan trip atau explore Aceh, ulasan ini juga bermanfaat sebagai referensi untuk memperkaya informasi dan wawasan Anda. Adapun 30 tempat wisata di Banda Aceh yang memesona itu adalah:

PLTD Apung 1
Cara Membuat Rencana Wisata Ke Banda Aceh –
Ingin menyaksikan sebuah monumen yang menjadi saksi bisu terhadap kedahsyatannya tsunami di Aceh. Maka Anda dapat mengunjungi lokasi wisata satu ini, yakni PLTD Apung 1. Pada saat itu, terjadi sebuah gelombang tsunami yang menimpa pesisiran Banda Aceh pada 2004. Kejadian tsunami yang hebat ini meninggalkan jejak berupa monumen, yang mana menjadi peringatan bagi siapapun.

Saat tsunami itu terjadi, ada banyak benda yang terseret hingga ke tengah perkotaan. Bahkan ada sebuah kapal yang sangat besar yang terhempas sampai berada di tengah pemukiman warga Aceh. Hal inilah yang menunjukkan bahwa telah terjadi sebuah fenomena tsunami yang sangat dahsyat telah menimpa sebuah kota, yang identik dengan julukannya sebagai Serambi Mekah.

Kawasan PLTD Apung 1 ini sebenarnya telah dibeli dan dimiliki oleh pemerintah, yang mana difungsikan sebagai salah satu wahana untuk edukasi warganya. Bahkan juga digunakan untuk mengenang seluruh kejadian tragis yang telah terjadi beberapa tahun silam. Pada monumen ini, memiliki bangunan kokoh dan tertera tanggal serta waktu kejadian yang menimpa Banda Aceh.

Harga Tiket: Gratis; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Punge Blang, Kec. Jaya Baru, Kab. Banda Aceh, Aceh.

Museum Tsunami
Sebagai icon wisata Aceh, maka tidak ada salahnya apabila kita bahas terlebih dahulu. Pendirian Museum ini sebagai upaya untuk mengenang Peristiwa besar yang sangat menggemparkan Indonesia di kancah dunia yaitu Tsunami. Peristiwa ini memakan ribuan korban jiwa serta menimbulkan banyak kerugian pada 2004 lalu. Dengan adanya tempat ini, bisa juga dijadikan sebagai kenangan bagi para korban yang ditinggalkan. Dalam museum ini, Anda dapat menikmati beberapa fasilitas yang telah disediakan seperti diantaranya yaitu

Pertama, Anda akan disuguhkan dengan adanya lorong yang juga kerap di sebut sebagai space of fear atau simbol ketakutan masyarakat Aceh akan Tsunami. Dalam lorong ini akan terdengar gemuruh ombak air laut, kucuran air dan suara-suara lain yang mengingatkan Kita akan Tsunami. Minimnya pencahayaan dan kelembaban lorong merupakan sebuah perpaduan yang memiliki daya tarik tersendiri karena bisa menambah suasana menjadi lebih mencekam.

Ruang Kenangan, dalam ruangan ini terdapat banyak memori dan kenangan yang menjelaskan Tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 lalu. Disajikan dalam bentuk panel dan monitor, sehingga Anda dapat mengetahui berbagai macam foto dan dokumentasi lainnya yang berbentuk slide.

Sumur doa merupakan salah satu fasilitas museum yang memiliki filosofis khusus, yaitu sebagai makam massal bagi para korban Tsunami. Dibangun dalam ruangan yang memiliki ketinggian 30 meter dilengkapi dengan seluruh nama korban, bahkan sekitar 2000 nama yang tertulis dalam sumur ini. Sehingga, bagi pengunjung yang memasuki ruangan ini diharapkan bisa berdoa sesuai dengan keyakinan dan kepercayaannya.

Lorong Cerobong, setelah melalui sumur doa, maka kita akan melalui sebuah lorong yang gelap dengan desain lantai yang berkelok-kelok dan tidak rata. Bangunan ini juga menggambarkan kebingungan, kesedihan dan keresahan hati bagi korban Tsunami yang telah kehilangan harta, benda bahkan sanak saudaranya. Selain itu, lorong ini juga memiliki desain yang sangat unik, apabila kita berjalan terus, maka akan dipertemukan dengan sebuah cahaya alami dari luar. Hal ini sebagai filosofis yang menggambarkan bahwasannya setelah adanya kesusahan pasti akan diberi kemudahan, petunjuk dan kembalinya harapan.

Jembatan Harapan, setelah melewati beberapa ruangan-ruangan sebelumnya, kini Anda bisa mengetahui 54 bendera dari negara-negara yang andil dan ikut serta membantu dalam Peristiwa Tsunami Aceh. Disamping itu, terdapat pula kata “damai” yang menggambarkan upaya dalam mengembalikan situasi, kondisi dan perdamaian di Aceh.

Harga Tiket: Rp 3.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Sultan Iskandar Muda, Sukaramai, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh.

Kapal Apung Lampulo
Cara Membuat Rencana Wisata Ke Banda Aceh –
Destinasi wisata ini menjadi salah satu saksi bisu dahsyatnya Tsunami Aceh. Kapal ini memiliki berat 65 ton yang pada saat Tsunami tersangkut di perumahan Penduduk Desa Lampulo. Awalnya kapal ini merupakan milik Nelayan pencari ikan yang sedang singgah di TPI Desa Lampulo.

Berkat tersangkutnya kapal ini, maka dapat menyelamatkan 59 orang saat Tsunami Terjadi. Pada saat ini, Kapal ini telah banyak direnovasi dan ditambah beberapa ornamen seperti tangga datar dibagian atasnya yang bisa digunakan untuk melihat secara leluasa bagian kapal ini.

Harga Tiket: Rp 16.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Punge Blang Cut, Kec. Jaya Baru, Kota Banda Aceh.

Masjid Raya Baiturrahman
Masih berbicara tentang Tsunami, Masjid ini merupakan salah satu bangunan yang tidak terkena dampak dari Tsunami, bangunannya tidak mengalami kerusakan parah. Sehingga, banyak digunakan oleh masyarakat sebagai rempat berlindung kala itu. Masjid ini dibangun pada tahun 1612 pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Bangunan ini didominasi dinding warna putih dengan Kubah hitam diatasnya, dikelilingi tujuh menara yang dilengkapi kubah diatasnya.

Selain itu, terdapat kolam dan pancuran air yang bisa menambah kemegahan Masjid ini. Sebagai salah satu bangunan bersejarah sekaligus tempat ibadah bagi umat muslim, maka Masjid Baiturrahman sangat cocok dijadikan sebagai destinasi wisata. Selain Museum Tsunami, Masjid ini juga berperan sebagai icon wisata Kota Aceh.

Harga Tiket: Gratis; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh.

Rumah Cut Nyak Dien
Sebagai salah satu pahlawan wanita dari Aceh, Cut Nyak Dien telah banyak berjuang bagi Indonesia. Dilain sisi, beliau juga banyak meninggalkan arsip-arsip masa perjuangannya melawan Belanda. Berbagai macam arsip dan peninggalannya kini disimpan di Rumah Cut Nyak Dien sekaligus dijadikan sebagai museum. Sebenarnya Rumah ini hanya replika, dikarenakan Rumah aslinya sudah hangus terbakar. Akan tetapi, bangunan ini didesain sangat mirip dengan aslinya yang banyak mengandung nilai sejarah dan pastinya Anda akan menemukan banyak hal bermanfaat apabila datang ke Museum ini.

Harga Tiket: Rp 5.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Lampisang, Peukan Bada, Kab. Aceh Besar.

Bukit Lhok Eumpe
Tertarik untuk datang dan berlibur di sebuah destinasi wisata tersembunyi pada Banda Aceh, maka Anda wajib untuk menyempatkan waktu berkunjung di Bukit Lhok Eumpe. Tempat wisata alam satu ini terkenal sebagai objek wisata yang tersembunyi. Hal ini dikarenakan lokasi wisatanya yang tidak terdeteksi oleh google maps. Meskipun begitu tempat ini tetap menjadi area wisata favorit wisatawan.

Berada di sebuah wilayah dengan pegunungan yang sangat kompleks. Faktor inilah yang menyebabkan objek wisata ini terkenal dengan sebuah panorama keindahan alamnya yang sangat asri dan masih alami. Tak heran apabila tempat wisata satu ini menjadi sebuah lokasi wisata serta budaya yang sangat unik dan khas. Bahkan tak jarang, tempat ini juga sering digunakan untuk pertunjukan seni.

Harga Tiket: Rp 5.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Gampong Nusa, Kec. Lhoknga, Kab. Aceh Besar, Aceh.

Taman Hutan Raya Pocut Meurah Intan
Cara Membuat Rencana Wisata Ke Banda Aceh –
Masih berbicara mengenai destinasi wisata sejarah, tempat ini merupakan sebuah taman yang namanya diambil dari seorang wanita keturunan Kesultanan Aceh yang ikut serta dalam melawan Belanda. Luas taman ini mencapai 6300 hektare, sehingga tidak heran apabila tempat ini masuk dalam dua wilayah administratif yaitu Kabupaten Aceh Besar dan Kabupaten Pidie. Tidak hanya taman hutan raya saja, melainkan terdapat beberapa destinasi wisata didalamnya.

Harga Tiket: Rp 10.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Suka Mulia, Kec. Lembah Seulawah, Kab. Aceh Besar.


Berikut adalah beberapa contoh nama destinasi wisata yang termasuk dalam Taman Hutan Raya:

Taman Sari Gunongan
Bangunan ini kerap disebut sebagai Taj Mahalnya Aceh, dikarenakan keduanya sama-sama sebagai bangunan persembahan sekaligus simbol cinta Sang Raja kepada Permaisurinya. Taman Sari ini merupakan Hadiah Sultan Iskandar Muda kepada Permaisurinya yaitu Putri Kamaliah yang kerap dipanggil sebagai Putroe Phang yang berasal dari Pahang, Malaysia. Bangunan ini terletak di kompleks Bustinussalatin Aceh, sama halnya dengan Taj Mahal yang dikelilingi sungai, Taman Sari juga dikelilingi oleh sungai Krueng Daroy.

Pada dasarnya bangunan ini merupakan tempat khusus bagi Sang Permaisuri Sultan, biasanya digunakan untuk menyendiri apabila beliau rindu dengan kampung halaman. Sehingga, tidak heran apabila bangunannya dibuat menyerupai dekorasi perbukitan Pahang yaitu dengan tiga tingkatan berwarna serba putih. Sedangkan dibagian depannya terdapat tempat penobatan Sultan Aceh berupa penterana batu.

Harga Tiket: -; Map: Cek Lokasi
Alamat: Sukaramai, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh.

Museum Aceh
Tempat bersejarah ini berhasil didirikan sejak tahun 1915 saat masih dalam naungan pemerintahan Belanda. Bangunan utamanya berupa Rumoh Aceh atau rumah adat Aceh. Kini, tempat ini digunakan sebagai Museum yang memiliki banyak koleksi mulai dari zaman pra-aksara sampai zaman penjajahan. Seperti salah satu koleksinya yang populer adalah Lonceng Cakra Donya yang dipercaya merupakan hadiah Kaisar China dari Dinasti Ming China kepada Kesultanan Pasai saat perjalanan Laksamana Ceng Ho ke Nusantara pada abad ke-15. Lonceng ini diperkirakan telah berusia lebih dari 1400 tahun.

Harga Tiket: Rp 10.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Sultan Mahmudsyah No.10, Peuniti, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh.

Masjid Baiturrahim Ulee Lheue
Cara Membuat Rencana Wisata Ke Banda Aceh –
Objek wisata terakhir di Banda Aceh yang dapat Anda jadikan sebagai pilihan adalah Masjid Baiturrahim Ulee Lheue. Bangunan ini merupakan salah satu saksi bisu dari adanya tragedi tsunami dahsyat di Aceh beberapa tahun silam. Masjid ini menjadi salah satu bangunan yang masih berdiri dengan sangat kokoh hingga saat ini. Terlebih lagi mengingat bahwa tempat ini juga menyimpan nilai historis tersendiri.

Seperti yang telah diketahui, bahwa bangunan masjid ini telah ada dan menjadi sebuah peninggalan dari Kesultanan Aceh. Yang mana telah didirikan sekitar abad ke-17 dan hingga saat ini masih dapat berguna dan difungsikan dengan baik. Terlebih lagi ketika Anda datang di sini, maka dapat menyaksikan secara langsung keindahan dan kekokohan dari arsitektur bangunan masjid ini.

Harga Tiket: Gratis; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Ulee Lheue, kec. Meuraksa, Kab. Banda Aceh, Aceh.

Taman Ratu Safiatudin
Destinasi wisata ini sangat cocok bagi Anda pemburu foto yang instragamable. Di tempat ini terdapat banyak objek yang sangat unik yaitu beberapa rumah adat Aceh dan Perabotan Tradisional khas Aceh. Ditambah lagi taman ini juga sering digunakan sebagai tempat pementasan kesenian budaya Aceh seperti tari-tarian Aceh. Satu hal yang perlu Anda ketahui bahwa tidak ada tiket untuk memasuki taman ini, sehingga banyak pengunjung datang berbondong-bondong ke tempat wisata ini. Terlebih lagi pada sore hari saat hari libur yang kerap dijadikan sebagai tempat pementasan kesenian.

Harga Tiket: Rp 5.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Bandar Baru, Kec. Kuta Alam, Kota Banda Aceh.

Pantai Ulee Lheue
Setelah banyak mengulas tentang wisata sejarah sepanjang perjalanan Aceh, maka Pantai ini sangat cocok dijadikan sebagai pilihan destinasi wisata alam Anda di Aceh. Pantai ini mendapat dampak paling serius dari Tsunami Aceh lalu, ditandai dengan berubahnya pasir menjadi berwarna coklat. Meski demikian, pesona Pantai Ulee Lhue dengan arus gelombang yang tenang tetap menjadi pilihan dari beberapa pantai yang ada di Aceh.

Harga Tiket: -; Map: Cek Lokasi
Alamat: Ulee Lheue, Kec. Meuraxa, Kota Banda Aceh.

Pantai Lhok Mee
Cara Membuat Rencana Wisata Ke Banda Aceh –
Pesona pantai ini ditandai dengan butiran pasir putih dan kejernihan airnya yang hampir menyerupai kristal. Selain itu, terdapat pula pepohonan yang bisa tumbuh di perairan yang kerap disebut Geurumbang. Pohon ini bisa Anda panjat sekaligus menikmati suasana dan semilir angin pantai. Kejernihan air pantai sangat cocok digunakan sebagai wahana snorkeling. Selain itu, di Pantai ini Anda juga menikmati santapan kuliner Bakar seperti misalnya jagung dan berbagai ikan bakar.

Harga Tiket: Rp 5.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Lamreh, Kec. Mesjid Raya, Kab. Aceh Besar.

Bukit Soeharto
Tidak jauh dari Pantai Lhok Mee terdapat bukit yang dahulu merupakan area penghijauan di masa pemerintahan Presiden Soeharto, maka bukit ini kerap disebut sebagai bukit Soeharto. Dari aTas bukit ini Anda juga bisa menikmati pesona beberapa wisata pantai yang ada disekitarnya.

Harga Tiket: -; Map: Cek Lokasi
Alamat: Bukit Barisan, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.

Pemakaman Kerkhof Peutjoet
Saat berkunjung di Banda Aceh, Anda wajib untuk menyempatkan waktu berkunjung di Pemakaman Kerkhof Peutjoet. Yang mana kawasan wisata satu ini merupakan salah satu dari adanya bukti ketangguhan rakyat Aceh dalam melawan pernjajahan. Bahkan pada tempat inilah lokasi terakhir persemayaman terakhir bagi ratusan bahkan ribuan tentara Belanda yang gugur dalam peperangan.

Warga sekitar kawasan pemakaman satu ini lebih sering menyebutnya Kerkhof Peutjoet. Untuk nama yang diberikan ini merupakan sebuah perpaduan antara bahasa Aceh dan Belanda. Yang mana kedua kata tersebut memiliki arti halaman gereja kuburan. Tempat wisata inilah para wisatawan atau bahkan warga Aceh datang memberikan bunga atau sekedar untuk berkunjung dan berdoa mengenang.

Mengingat bahwa posisinya bersebelahan dengan gereja, sehingga memberikan kemudahan bagi Anda yang ingin sekaligus untuk melaksanakan ibadah. Saat berada di sini, nantinya Anda dapat menyaksikan secara langsung bagaimana bentuk kuburan khas orang Belanda. Yang mana sangat identik dengan berbagai bentuknya. Terlebih lagi suasana di pemakaman ini sangatlah tentram dan nyaman.

Harga Tiket: Rp 5.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Sukaramai, Kec. Baiturrahman, Kab. Banda Aceh, Aceh.

Pantai Lampuuk
Cara Membuat Rencana Wisata Ke Banda Aceh –
Sama seperti Pantai Lhok Me, Pantai Lampuk juga memiliki pasir berwarna putih. Akses menuju pantai imi terdapat empat jalur yaitu babah satu, babah dua, babah tiga dan babah empat. Dari ke-empat jalur tersebut menyajikan pesona alam yang berbeda-beda. Seperti misalnya Babah satu yang merupakan area surving dan babah dua sebagai tempat konservasi penyu. Disamping itu, tempat ini Anda bias menikmati wisata air menggunakan banana boat.

Harga Tiket: Rp 3.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Raya Lampuuk, Meunasah Lambaro, Kec. Lhoknga, Kab. Aceh Besar.

Pantai Lhoknga
Lokasi Pantai ini tidak jauh dari Pantai Lampuk, potensi utama yang dimiliki Pantai ini adalah Gelombang besar yang sangat terkenal, bahkan sampai tingkat internasional sebagai tempat surving. Selain surving, Anda juga bisa bermain golf di Pantai Lhoknga yang kerap dijadikan sebagai tempat pertandingan golf.

Harga Tiket: Rp 15.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Lintas Barat Sumatera, Mon Ikeun, Kec. Lhoknga, Kab. Aceh Besar.

Pucok Krueng
Tempat wisata ini merupakan kawasan hulu sungai di pedalaman hutan Lhoknga. Dengan menyewa boat seharga Rp. 50.000 Anda sudah bisa berwisata menyusuri tempat ini, mulai dari Sungai Raba hulu sampai ke hilir. Disepanjang perjalanan Anda akan disuguhkan berbagai tanaman yang masih terjaga keasriannya.

Harga Tiket: Rp 5.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Mon Ikeun, Kec. Lhoknga, Kab. Aceh Besar.

Ujung Kelindu
Berlokasi di Lamreh, Aceh Besar. Ujung Kelindu merupakan pantai bertebing yang diatasnya terdapat bukit savanna. Sehingga, panorama tercipta dari kontras warna yang sangat Indah, dilain sisi perpaduan pantai seperti ini juga jarang ditemukan dalam kebanyakan pantai pada umumnya.

Harga Tiket: Rp 10.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Lamreh, Kec. Mesjid Raya, Kab. Aceh Besar.

Danau Laut Tawar
Danau ini terletak di dataran tinggi Tanah Gayo, luasnya yang hampir menyerupai lautan tetapi air danau ini adalah tawar. Sehingga, danau ini dijadikan sebagai sumber air tawar terbesar di Aceh. Selain itu, Anda juga bias menikmati wisata kuliner khas berupa Kopi Gayo.

Harga Tiket: Rp 5.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Danau Laut Tawar, Kec. Danau, Kab. Aceh Tengah.

Benteng Indrapatra
Benteng ini dibangun jauh sebelum Islam masuk ke Aceh, yaitu diperkirakan pada abad ke-7. Terdiri dari beberapa bangunan benteng, yang berukuran paling besar dilengkapi dengan kubah diatasnya serta sumur yang dahulu konon digunakan sebagai ritual agama di dalamnya.

Harga Tiket: Rp 5.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Krueng Raya, Baet, Kec. Baitussalam, Kab. Aceh Besar.

Air Terjun Peukan Biluy
Cara Membuat Rencana Wisata Ke Banda Aceh –
Air terjun ini berlokasi tidak jauh dari Banda Aceh, berjalan ke selatan menuju hulu sungai Seuonong Bate Doeng, maka disitulah air terjun ini berada. Sepanjang perjalanan menuju tempat ini Anda bisa menikmati jajaran perbukitan barisan. Bahkan terdapat pula akses menaiki tangga tebing diatas bukit air terjun bagi Anda yang menyukai tantangan. Disana kelak akan dijumpai padang rumput dengan ukuran rumput yang kecil-kecil.

Harga Tiket: -; Map: Cek Lokasi
Alamat: Lamsod, Kec. Darul Kamal, Kab. Aceh Besar.

Air Terjun Kuta Malaka
Walaupun lokasi terpencil dan akses yang dilalui untuk menuju air terjun ini sangat ekstrem yaitu berupa jalan bebatuan curam disertai 412 anak tangga tidak menjadi hambatan bagi pengunjung untuk menikmatinya. Air terjun ini memiliki tujuh tingkatan diatas bukit Kuta Malaka. Pesona alam yang indah sehingga memilki daya tarik tersendiri bagi para pengunjungnya.

Harga Tiket: Rp 10.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Lam Ara Tunong, Kuta Malaka, Luthu Lamweu, Kec. Suka Makmur, Kab. Aceh Besar.

Air Terjun Blang Kolam
Air terjun ini kerap juga disebut sebagai air terjun kembar karena adanya batu yang memisahkan aliran air, sehingga terbagi menjadi dua. Memiliki ketinggian hampir mencapai 75 km. Keasrian alam dan penyediaan lokasi perkemahan merupakan daya tarik tersendiri bagi wisata ini.

Harga Tiket: Rp 5.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Sido Muliyo, Kec. Nisam Antara, Kab. Aceh Utara.

Makam Raja Aceh
Makam Raja Aceh ini terletak dalam kompleks Museum Aceh, terdiri dari beberapa makam raja-raja yang masih memiliki garis keturunan dari Bugis. Lokasinya berdekatan dengan Rumoh Aceh. Berhubung letaknya yang berada dalam museum, maka kompleks pemakaman ini ditetapkan sebagai salah satu situs cagar budaya oleh Pemerintah. Sehingga, pengelolaan dan pemeliharaan makam ini berada dibawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang dikelola langsung oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Aceh.

Harga Tiket: Gratis; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Sultan Mahmudsyah No.10, Peuniti, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh.

Makam Syiah Kuala
Makam Abdurrauf bin Ali Alfansuri atau kerap disebut Syah Kuala merupakan salah satu destinasi wisata religi yang banyak dikunjungi. Hal ini disebabkan karena beberapa keunikan yang terdapat didalamnya seperti tidak adanya kerusakan batu nisan saat terjadinya gempa dan tsunami pada tahun 2004 lalu. Padahal jarak dengan lokasi yang terkena tsunami hanya berkisar 100 meter. Hal ini merupakan salah satu keajaiban yang terjadi pada Makam Syah Kuala sekaligus sebagai bukti kebesaran Tuhan.

Harga Tiket: -; Map: Cek Lokasi
Alamat: Deah Raya, Kec. Syiah Kuala, Kota Banda Aceh.

Makam Kandang
Makam ini terletak dibelakang bangunan Taman Sari Gunongan, berupa kotak persegi yang kerap disebut Kandang dan dipercaya sebagai makam Sultan Iskandar Thani. Biasanya para pengunjung yang datang ke Taman Sari Gunongan juga sekaligus wisata religi di bagian belakang Taman.

Harga Tiket: -; Map: Cek Lokasi
Alamat: Peuniti, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh.

Makam Sultan Malikussaleh Dhahir
Tempat ini merupakan makam anak pertama dari Sultan Malikussaleh yang pernah berkuasa pada Kerajaan Samudra Pasai pada tahun 1279-1326. Lokasi makamnya bersebelahan dengan Makam Sultan Malikussaleh atau Ayahnya. Keunikan yang terdapat pada makam ini ialah batu nisannya yang terbuat dari granit dan terpahat surat At-Taubah ayat 21 sampai 22.

Harga Tiket: –; Map: Cek Lokasi
Alamat: Beuringen, Kec. Samudera, Kab. Aceh Utara.

Taman Ratu Safiatuddin
Objek wisata selanjutnya yang wajib untuk Anda jadikan sebagai pilihan adalah Taman Ratu Safiatuddin. Tempat satu ini merupakan sebuah kawasan wisata yang menawarkan berbagai jenis rumah-rumah adat. Yang mana diambil dari keanekaragaman di setiap kabupaten atau kota yang berada di Provinsi Aceh. Bahkan, telah tercatat sekitar 23 rumah adat tradisional dengan ciri khasnya.

Taman ini lebih akrab disebut dengan nama Taman Mininya Aceh. Hal ini dikarenakan lokasi wisata satu ini juga sangat sering digunakan sebagai lokasi untuk festival budaya atau bahkan diadakan seni pertunjukan. Untuk lokasinya sendiri memang sangat strategis dan mudah untuk dijangkau. Sehingga memberikan kemudahan bagi para pengunjung atau wisatawan yang tertarik untuk mengunjungi taman ini.

Anda dapat menyaksikan secara langsung 23 rumah tradisional Aceh. Yang mana pada umumnya rumah disini menggunakan konsep rumah panggung dengan materialnya terbuat dari kayu kuat dan kokoh. Rumah tradisionalnya memiliki ciri khasnya tersendiri, yakni tidak menggunakan paku dalam konstruksi pembangunannya. Tak hanya itu, di tempat ini juga memamerkan berbagai ragam budaya Aceh.

Harga Tiket: Gratis; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Desa Lampriek, Kec. Kuta Alam, Kab. Banda Aceh, Aceh.

Makam Nahrisyah
Masih seputar keluarga kerajaan Samudra Pasai. Makam ini merupakan makam dari salah satu ratu yang pernah memerintah pada tahun 1416-1428 M. Beliau dahulu dikenal sebagai ratu yang arif dan bijaksana serta banyak memberi pengaruh pada masa pemerintahannya. Sehingga, setelah beliau meninggal tidak jarang orang yang datang ke tempat ini.

Lokasinya juga tidak terlalu jauh dengan makam-makam penguasa Samudra Pasai yang lain seperti Makam Malikussaleh dan putranya yang telah disebutkan diatas. Pada nisannya terpahat kaligrafi yang indah berupa surat Yasin dan beberapa ayat Al-Quran seperti Al-Imran dan Al-Baqarah.

Harga Tiket: -; Map: Cek Lokasi
Alamat: Gp. Lam Lagang, Bandar Raya, Peuniti, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh.

Dari beberapa wisata perkuburan atau makam tersebut bisa dijadikan pilihan sebagai destinasi wisata religi, selain Masjid Baiturrahman yang merupakan wisata Aceh yang wajib dikunjungi. Disamping itu, 30 rekomendasi tempat wisata di Banda Aceh yang telah disebutkan diatas bisa Anda jadikan referensi apabila ingin explore saat berkunjung ke Kota Serambi Makkah ini.

Related posts

Wisata Cimahi Cara Membuat Rencananya

CaraBuat

Wisata Jakarta Cara Membuat Rencananya

CaraBuat

Wisata Pekalongan Cara Membuat Rencananya

CaraBuat

Wisata Banjarmasin Cara Membuat Rencananya

CaraBuat

Wisata Bontang Cara Membuat Rencananya

CaraBuat

Wisata Kepulauan Riau Cara Membuat Rencananya

CaraBuat

Wisata Bitung Cara Membuat Rencananya

CaraBuat

Wisata Sulawesi Tengah Cara Membuat Rencananya

CaraBuat

Wisata Manado Cara Membuat Rencananya

CaraBuat

Leave a Comment