Dokter Hewan Kucing

Dokter Hewan Kucing Jakarta Selatan

 Dokter Hewan Kucing Depok adalah sebuah kota yang berada di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini terletak tepat di selatan Jakarta, yakni antara Jakarta dan Bogor. Dahulu Depok adalah kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bogor, yang kemudian mendapat berpisah dari Kabupaten Bogor pada tanggal 27 April 1999.[6] Pada tahun 2021, jumlah penduduk Kota Depok sebanyak 1.886.890 jiwa dengan kepadatan 9.421 jiwa/km².[2]

Geografi
Secara geografis Kota Depok terletak pada koordinat 6° 19’ 00” – 6° 28’ 00” Lintang Selatan dan 106° 43’ 00” – 106° 55’ 30” Bujur Timur. Dengan luas wilayah sekitar 200,29 km², Depok merupakan daerah dataran rendah dengan ketinggian 50-140 mdpl dan kemiringan lerengnya kurang dari 15%.

Depok dilalui sungai-sungai besar yaitu Sungai Ciliwung dan Sungai Pesanggrahan.[7] Selain itu, ada juga 13 sub satuan wilayah aliran sungai dan 22 situ atau danau.[8] Hal ini menjadikan Depok sebagai daerah yang rawan banjir di sebagian wilayah.

Dokter Hewan Kucing Depok
Dokter Hewan Kucing Depok

Sejarah Depok berawal pada 18 Mei 1696[10], yakni ketika seorang saudagar Belanda bernama Cornelis Chastelein membeli tanah di Depok seluas 12,44 km²[11] dengan harga Rp 2,4 juta[12]. Status tanah itu adalah tanah partikelir milik Cornelis Chastelein seorang sehingga terlepas dari kekuasaan Hindia Belanda.[13]

Pada zaman Hindia Belanda serta sampai pendudukan Jepang dan hingga masa Republik Indonesia Serikat, wilayah Kota Depok modern masih terpisah ke dalam 3 Kawedanan yang berbeda di wilayah Kabupaten Bogor yaitu:[14]

Kawedanan Depok meliputi:
Kecamatan Depok, termasuk Pancoran Mas dan Beji;
Kecamatan Limo, termasuk Cinere;
Kecamatan Sawangan, termasuk Bojongsari dan Parung.[15][16][17]
Kawedanan Jonggol meliputi: Kecamatan Cimanggis, termasuk Tapos.[18]
Kawedanan Cibinong meliputi: Kecamatan Sukmajaya, termasuk Cilodong.[19]
Pada tahun 1898, 1909 dan 1933, daerah-daerah yang berada di bawah Kawedanan Depok tersebut masuk ke dalam suatu distrik yang berpusat di Parung, Afdeeling Buitenzorg.[20][21][9] Setelah penghapusan Kawedanan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 1963[22], Kecamatan Depok saat itu terdiri dari 11 desa, yaitu Depok, Depok Jaya, Pancoran Mas, Mampang, Rangkapan Jaya, Rangkapan Jaya Baru, Beji, Kemiri Muka, Pondok Cina, Tanah Baru dan Kukusan.[23]

Depok pernah menjadi pusat Residensi Ommelanden van Batavia atau Keresidenan Daerah sekitar Jakarta berdasarkan Keputusan Gubernur Batavia yaitu en Ommelanden per tanggal 11 April 1949 №Pz/177/G.R. yang dimuat di dalam Javasche Courant 1949 №31. Residensi ini membubarkan Regentschap Meester Cornelis yang terbentuk sejak 1925.[24]Dokter Hewan Kucing Depok

Kota Depok memiliki 11 kecamatan dan 63 kelurahan. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.809.120 jiwa dengan luas wilayah 200,29 km² dan sebaran penduduk 9.032 jiwa/km².[36][37]

Daftar Kecamatan dan Kelurahan di Kota Depok, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
32.76.06Beji6BejiBeji TimurKemiri MukaKukusanPondok CinaTanah Baru
32.76.11Bojongsari7Bojongsari BaruBojongsari LamaCurugDuren MekarDuren SeribuPondok PetirSerua
32.76.08Cilodong5CilodongJatimulyaKalibaruKalimulyaSukamaju
32.76.02Cimanggis6Cisalak PasarCurugHarjamuktiMekarsariPasir Gunung SelatanTugu
32.76.09Cinere4CinereGandulPangkalan JatiPangkalan Jati Baru
32.76.07Cipayung5Bojong Pondok TerongCipayungCipayung JayaPondok JayaRatujaya
32.76.04Limo4GrogolKrukutLimoMeruyung
32.76.01Pancoran Mas6DepokDepok JayaMampangPancoran MasRangkapan JayaRangkapan Jaya Baru
32.76.03Sawangan7BedahanCinangkaKedaungPasir PutihPengasinanSawangan BaruSawangan Lama
32.76.05Sukmajaya6AbadijayaBakti JayaCisalakMekar JayaSukmajayaTirtajaya
32.76.10Tapos7CilangkapCimpaeunJatijajarLeuwinanggungSukamaju BaruSukataniTapos
TOTAL63

Berikut ini adalah daftar rumah sakit di Kota DepokJawa Barat yang sudah terdaftar di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia:[1]

No.KodeNama Rumah SakitJenisTipeAlamat
1.3276124RSUD DepokRSUDCJl. Raya Muchtar No.99, Sawangan LamaKec. Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat 16511
2.3276125RSUD Depok TimurRSUDCJl. Raya Tapos No.1, CimpaeunKec. Tapos, Kota Depok, Jawa Barat 16459
3.3276039RS Bhayangkara BrimobRSCJl. Akses UI No.28, Pasir Gunung SelatanKec. Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat 16451
4.3276152RS Citra Medika DepokRSCJl. Raya Kalimulya No.68, KalimulyaKec. Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat 16413
5.3276158RS Darurat PMI DepokRS DaruratAJl. Boulevard GDC No.1, JatimulyaKec. Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat 16413
6.3201126RS Hermina DepokRS ThalassemiaAJl. Siliwangi No.50, DepokKec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16436
7.3276150RS Jantung DiagramRS JantungBJl. Cinere Raya No.19, Pangkalan JatiKec. Cinere, Kota Depok, Jawa Barat 16514
8.3201185RS Meilia CibuburRSBJl. Alternatif Cibubur No.9, HarjamuktiKec. Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat 16454
9.3276028RS Mitra Keluarga DepokRSAJl. Margonda Raya No.15, DepokKec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16424
10.3276029RS Muhammadiyah DepokRSDJl. Raya Bedahan No.18, BedahanKec. Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat 16519
11.32761518RS Permata DepokRSCJl. Raya Muchtar No.22, Sawangan BaruKec. Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat 16511
12.3201072RS Puri CinereRSBJl. Maribaya No.1, Pangkalan JatiKec. Cinere, Kota Depok, Jawa Barat 16514
13.3276017RS Sentra Medika CisalakRSBJl. Raya Bogor No.32, CisalakKec. Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat 16416
14.3276135RS Simpangan DepokRSBJl. Raya Bogor No.36, SukamajuKec. Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat 16415
15.3201061RS Tugu Ibu DepokRSAJl. Raya Bogor No.29, MekarsariKec. Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat 16452
16.3201256RS Universitas IndonesiaRSBJl. Prof. Dr. Bahder Djohan No.1, Pondok CinaKec. Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424
17.3276147RSIA Asyifa DepokRSIACJl. Raya Parung Bingung No.9, Rangkapan Jaya BaruKec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16434
18.3276148RSIA Brawijaya SawanganRSIACJl. Raya Parung-Ciputat No.1, Bojongsari BaruKec. Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat 16516
19.3276150RSIA Budhi Jaya UtamaRSIACJl. Bahagia No.1, AbadijayaKec. Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat 16417
20.3276149RSIA Bunda Aliyah DepokRSIACJl. Kartini No.2, DepokKec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16431
21.3276151RSIA Depok JayaRSIABJl. Rambutan III No.27, Depok JayaKec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16436
22.3276041RSIA Graha Permata IbuRSIACJl. K.H.M. Usman No.168, KukusanKec. Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16425
23.3276152RSIA Reni SejahteraRSIACJl. Singgalang No.5, Pondok PetirKec. Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat 16517
24.3276149RSIA Setya BhaktiRSIACJl. Raya Bogor No.35, MekarsariKec. Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat 16452
25.3276153RSIA Sumber BahagiaRSIACJl. Bahagia No.16, SukamajuKec. Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat 16415
26.3201141RSIA Tumbuh KembangRSIACJl. Raya Bogor No.23, TuguKec. Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat 16451
27.3201035RSU Bhakti YudhaRSUCJl. Raya Sawangan No.2A, Pancoran MasKec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16436
28.3201196RSU Bunda MargondaRSUCJl. Margonda Raya No.28, Pondok CinaKec. Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424
29.3276153RSU Citra ArafiqRSUCJl. Perindustrian No.53, Bakti JayaKec. Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat 16418
30.3276146RSU Hasanah Graha AfiahRSUCJl. Raden Saleh No.42, SukmajayaKec. Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat 16412

Dokter Hewan Kucing Tangerang Dokter Hewan Kucing Jakarta Utara Dokter Hewan Kucing Palembang Dokter Hewan Kucing Semarang

Dokter hewan (disebut juga medik veteriner) adalah dokter yang menangani hewan dan penyakit-penyakitnya. Selain bertanggung jawab terhadap kesehatan hewan, dokter hewan juga berperan dalam meningkatkan kesejahteraan hewan serta berperan dalam kesehatan masyarakat veteriner.Dokter Hewan Kucing Depok

Bidang pekerjaan Dokter Hewan Kucing Depok

Bidang pekerjaan Dokter Hewan

Dokter hewan dapat membuka layanan medis dan bekerja sebagai praktisi. Dokter hewan praktisi biasanya lebih memfokuskan diri pada satu kelompok hewan tertentu, seperti hewan kesayangan yang dipelihara sebagai hewan peliharaan di rumah, misalnya anjing, kucing, dan kelinci. Mereka dapat berkarier di klinik dan rumah sakit hewan atau di tempat penampungan hewan. Sementara itu, dokter hewan lain memilih untuk berkarier pada manajemen kesehatan hewan ternak, baik hewan mamalia seperti sapi, kambing, kuda, dan babi, maupun dunia perunggasan. Ada pula dokter hewan konservasi yang menangani satwa liar.

Ditinjau dari lingkup sektor ekonomi, dokter hewan dapat bekerja pada sektor privat dengan membuka layanan praktik mandiri, bekerja sama dengan rekan sejawat, atau pada perusahaan swasta, baik melalui pelayanan jasa medis ataupun konsultasi. Sebagian dokter hewan lain bekerja pada sektor publik atau pemerintahan pada layanan veteriner, lembaga penelitian, konservasi, pembibitan, produksi dan reproduksi hewan, serta lembaga sertifikasi seperti karantina hewan. Selain itu, organisasi nirlaba, yang biasanya merupakan lembaga konservasi, juga merekrut dokter hewan.

Risiko pekerjaan Dokter Hewan Kucing Depok

Dokter Hewan Kucing Depok
Risiko pekerjaan Dokter Hewan Kucing

Dokter hewan berisiko mengalami luka fisik yang disebabkan oleh hewan yang ditanganinya. Sebuah penelitian di Amerika Serikat pada tahun 1988 menyebutkan bahwa 64,6% dari dokter hewan pernah mengalami luka berat akibat hewan; tangan, lengan, dan kepala menjadi area yang paling umum terluka, sementara sapi, anjing, dan kuda menjadi hewan yang paling umum menyebabkan luka

Kompetensi

Setelah lulus pendidikan dan dilantik menjadi dokter hewan, seseorang wajib memiliki sejumlah kompetensi. Secara garis besar, kompetensi minimum yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) yaitu:[3]

  • Epidemiologi — menerapkan epidemiologi deskriptif untuk mengendalikan penyakit dan berpartisipasi dalam penyelidikan epidemiologi jika terjadi kasus penyakit yang wajib dilaporkan;
  • Penyakit hewan lintas batas — mengidentifikasi penyakit hewan lintas batas dan patogen yang diasosiasikan dengannya, memahami distribusinya secara global, pengambilan dan penanganan sampelnya, penggunaan alat diagnostik dan terapeutik yang tepat, implikasi peraturan dan pelaporannya, serta tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Zoonosis (termasuk penyakit bawaan makanan) — mengidentifikasi zoonosis dan penyakit bawaan makanan serta patogen yang diasosiasikan dengannya; memahami penggunaan alat diagnostik dan terapeutik, implikasinya terhadap kesehatan manusia, pelaporannya, serta tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Penyakit infeksi baru dan muncul kembali — memahami penyakit infeksi baru dan penyakit infeksi yang muncul kembali, mendeteksi tanda klinis dan melaporkannya ke otoritas veteriner, memahami hipotesis kemunculannya, dan tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Program pencegahan dan pengendalian penyakit — memahami program baku yang telah ditetapkan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular, zoonosis, atau penyakit infeksi baru dan muncul kembali; cara mengidentifikasi hewan untuk ketertelusuran dan pengawasan oleh otoritas veteriner; memahami dan berpartisipasi dalam pelaksanaan rencana darurat untuk mengendalikan penyakit lintas batas, termasuk membunuh hewan secara manusiawi; berpartisipasi dalam kampanye vaksinasi reguler dan darurat, serta program uji-dan-potong/terapi, sistem deteksi dini, penyakit hewan yang wajib dilaporkan; serta tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Higiene makanan — memahami praktik keamanan pangan di peternakan, inspeksi pemotongan hewan, termasuk pemeriksaan pra- dan pascamati, serta penyembelihan yang manusiawi; integrasi antara pengendalian kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat, termasuk peran dokter hewan dengan dokter, praktisi kesehatan masyarakat, dan analis risiko;
  • Produk-produk veteriner — memahami penggunaan produk-produk veteriner dengan tepat, termasuk pencatatannya; konsep waktu henti obat untuk mencegah residu pada produk hewan yang akan dikonsumsi manusia; mekanisme perkembangan resistansi obat; hubungan penggunaan antibiotik pada hewan pangan dan berkembangnya resistansi antibiotik pada manusia; penggunaan obat-obatan dan bahan-bahan biologis dengan tepat untuk memastikan keamanan rantai pangan dan lingkungan; serta tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Kesejahteraan hewan — memahami kesejahteraan hewan dan tanggung jawab pemilik, dokter hewan, dan orang lain yang menangani hewan; mengidentifikasi masalah kesejahteraan hewan dan berpartisipasi dalam tindakan perbaikannya; memahami informasi terbaru tentang pengaturan kesejahteraan hewan dalam lingkup lokal, nasional, dan internasional, termasuk dalam produksi hewan, transportasi hewan, dan pemotongan hewan untuk konsumsi dan eliminasi untuk mengendalikan penyakit;
  • Legislasi dan etika veteriner — memahami peraturan tentang veteriner dan profesi kedokteran hewan di tingkat lokal, provinsi, nasional, dan regional, serta tempat untuk mencari informasi terbaru; menerapkan standar tinggi dalam etika profesi dokter hewan dalam keseharian; serta kepemimpinan dalam masyarakat dalam hal-hal yang berkaitan dengan pemanfaatan dan perawatan hewan;
  • Prosedur sertifikasi umum — memeriksa dan memantau individu hewan atau kelompok hewan untuk menerbitkan sertifikat bebas dari penyakit atau kondisi tertentu berdasarkan prosedur baku; serta mengisi dan menandatangani sertifikat kesehatan sesuai dengan aturan nasional;
  • Kemampuan komunikasi — mengomunikasikan informasi teknis dengan cara membuat yang dapat dipahami masyarakat umum; dan berkomunikasi secara efektif dengan rekan tenaga kesehatan profesional untuk saling bertukar informasi ilmiah dan teknis, serta pengalaman praktis.

Deskripsi Karier Dokter Hewan Kucing Depok

Deskripsi Karier Dokter Hewan Kucing

Dokter hewan disebut juga dengan medik veteriner. Dokter hewan bertugas mencegah, memeriksa, mengobati, dan melakukan perawatan pada hewan dari penyakit. Jenis kucing hewan yang ditangani bisa hewan besar (sapi, kuda, kambing, kerbau, babi), hewan kecil (anjing, kucing), unggas (ayam, itik, angsa, puyuh), hewan eksotik (ular, hamster, kura-kura, iguana), satwa liar (reptil, primata), satwa harapan (rusa, kelinci), satwa akuatik (ikan), ataupun hewan laboratorium (rodensia). Kalau ada hewan yang terluka, mengalami patah tulang, maka dokter hewan akan melakukan operasi.

Dokter hewan juga berperan penting dalam pencegahan penyakit hewan yang bisa menular ke manusia (zoonotik), seperti rabies, antraks, leptospirosis, juga flu burung. Secara aktif, seorang dokter hewan akan memberikan vaksin. Selain itu, dokter hewan memainkan peranan dalam proses pengembangbiakan hewan. Misalnya, dalam inseminasi buatan pada kuda, dokter hewan akan memperhitungkan kapan waktu yang tepat untuk menyuntikkan sperma kuda jantan ke rahim kuda betina. Dokter hewan juga akan memantau proses kehamilan pada kuda tersebut.

Sehari-hari, dokter hewan bisa bekerja di rumah sakit hewan, kebun binatang bahkan NGO internasional. Selain bekerja dalam bidang pemeriksaan dan pengobatan, ada juga lho dokter hewan yang bekerja sebagai pegawai negeri dan berdinas di pusat karantina, pusat pemeriksaan sanitasi daging hewan, dan pusat kesehatan hewan. Pilihan lain untuk profesi dokter hewan adalah praktik mandiri dengan membuka klinik kesehatan hewan. mrizky

Peran dan Tanggung Jawab Dokter Hewan Kucing Depok

Peran dan Tanggung Jawab Dokter Hewan Kucing
Peran dan Tanggung Jawab Dokter Hewan Kucing
  • Mencegah hewan agar tidak terinfeksi penyakit.
  • Memeriksa penyakit dan memberikan pengobatan pada hewan.
  • Melakukan diagnosis (klinik, patologik, laboratorium mikrobiologi, laboratorium imunologi, laboratorium parasitologi, dan lain-lain).
  • Menyusun nutrisi untuk kesehatan dan gangguan medik pada hewan.
  • Melakukan pemeriksaan kebuntingan, penanganan kebidanan, dan penanganan gangguan reproduksi pada hewan.
  • Melindungi kehidupan/kesehatan hewan dan risiko yang ditimbulkan.
  • Menanggulangi penyakit menular zoonotik dan non-zoonotik melalui terapi, eradikasi, dan lainnya.
  • Melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem pada hewan pangan.
  • Melindungi kesehatan manusia dari risiko yang ditimbulkan oleh bahan tambahan (additive), kontaminan, toksin atau organisme penyebab penyakit dalam.
  • Menjamin keamanan bahan pangan hewani yang dikonsumsi masyarakat.
  • Melakukan pengukuran dan penyeliaan kesejahteraan hewan.

Dokter Hewan Kucing Jakarta Selatan adalah nama sebuah Kota Administrasi di bagian selatan Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pusat Pemerintahannya berada di Kebayoran Baru. Jakarta Selatan adalah salah satu dari lima Kota Administrasi di DKI Jakarta. Di sebelah Utara, Jakarta Selatan berbatasan dengan Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. Di sebelah Timur berbatasan dengan Jakarta Timur. Di sebelah Selatan berbatasan dengan Kota Depok, dan sebelah Barat dengan Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.[4]

Jakarta Selatan adalah Kota Administrasi, dengan jumlah penduduk pada tahun 2018 sebanyak 2.296.977 jiwa, termasuk diantaranya 2.198 jiwa merupakan warga negara asing (WNA).[4] Sementara pada tahun 2021, penduduk Jakarta Selatan berjumah 2.373.219 jiwa.[1]

Dokter Hewan Kucing Jakarta Selatan
Dokter Hewan Kucing Jakarta Selatan

Kota Administrasi Jakarta Selatan memiliki 10 kecamatan dan 65 kelurahan dengan Kode pos 12110 hingga 12980.[24][25]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Administrasi Jakarta Selatan, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
31.74.06Cilandak5Cilandak BaratCipete SelatanGandaria SelatanLebak BulusPondok Labu
31.74.09Jagakarsa6CiganjurCipedakJagakarsaLenteng AgungSrengseng SawahTanjung Barat
31.74.07Kebayoran Baru10Cipete UtaraGandaria UtaraGunungKramat PelaMelawaiPetogoganPuloRawa BaratSelongSenayan
31.74.05Kebayoran Lama6CipulirGrogol SelatanGrogol UtaraKebayoran Lama SelatanKebayoran Lama UtaraPondok Pinang
31.74.03Mampang Prapatan5BangkaKuningan BaratMampang PrapatanPela MampangTegal Parang
31.74.08Pancoran6CikokoDuren TigaKalibataPancoranPengadeganRawajati
31.74.04Pasar Minggu7Cilandak TimurJati PadangKebagusanPasar MingguPejaten BaratPejaten TimurRagunan
31.74.10Pesanggrahan5BintaroPesanggrahanPetukangan SelatanPetukangan UtaraUlujami
31.74.02Setiabudi8GunturKaret KuninganKaret SemanggiKaretKuningan TimurMenteng AtasPasar ManggisSetiabudi
31.74.01Tebet7Bukit DuriKebon BaruManggarai SelatanManggaraiMenteng DalamTebet BaratTebet Timur
TOTAL65

Dokter Hewan Kucing Depok Dokter Hewan Kucing Tangerang Dokter Hewan Kucing Jakarta Utara Dokter Hewan Kucing Palembang

Dokter hewan (disebut juga medik veteriner) adalah dokter yang menangani hewan dan penyakit-penyakitnya. Selain bertanggung jawab terhadap kesehatan hewan, dokter hewan juga berperan dalam meningkatkan kesejahteraan hewan serta berperan dalam kesehatan masyarakat veteriner.Dokter Hewan Kucing Jakarta Selatan

Bidang pekerjaan Dokter Hewan Kucing Jakarta Selatan

Bidang pekerjaan Dokter Hewan

Dokter hewan dapat membuka layanan medis dan bekerja sebagai praktisi. Dokter hewan praktisi biasanya lebih memfokuskan diri pada satu kelompok hewan tertentu, seperti hewan kesayangan yang dipelihara sebagai hewan peliharaan di rumah, misalnya anjing, kucing, dan kelinci. Mereka dapat berkarier di klinik dan rumah sakit hewan atau di tempat penampungan hewan. Sementara itu, dokter hewan lain memilih untuk berkarier pada manajemen kesehatan hewan ternak, baik hewan mamalia seperti sapi, kambing, kuda, dan babi, maupun dunia perunggasan. Ada pula dokter hewan konservasi yang menangani satwa liar.Dokter Hewan Kucing Jakarta Selatan

Ditinjau dari lingkup sektor ekonomi, dokter hewan dapat bekerja pada sektor privat dengan membuka layanan praktik mandiri, bekerja sama dengan rekan sejawat, atau pada perusahaan swasta, baik melalui pelayanan jasa medis ataupun konsultasi. Sebagian dokter hewan lain bekerja pada sektor publik atau pemerintahan pada layanan veteriner, lembaga penelitian, konservasi, pembibitan, produksi dan reproduksi hewan, serta lembaga sertifikasi seperti karantina hewan. Selain itu, organisasi nirlaba, yang biasanya merupakan lembaga konservasi, juga merekrut dokter hewan.

Risiko pekerjaan Dokter Hewan Kucing Jakarta Selatan

Dokter Hewan Kucing Jakarta Selatan
Risiko pekerjaan Dokter Hewan Kucing

Dokter hewan berisiko mengalami luka fisik yang disebabkan oleh hewan yang ditanganinya. Sebuah penelitian di Amerika Serikat pada tahun 1988 menyebutkan bahwa 64,6% dari dokter hewan pernah mengalami luka berat akibat hewan; tangan, lengan, dan kepala menjadi area yang paling umum terluka, sementara sapi, anjing, dan kuda menjadi hewan yang paling umum menyebabkan luka

Kompetensi

Setelah lulus pendidikan dan dilantik menjadi dokter hewan, seseorang wajib memiliki sejumlah kompetensi. Secara garis besar, kompetensi minimum yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) yaitu:[3]

  • Epidemiologi — menerapkan epidemiologi deskriptif untuk mengendalikan penyakit dan berpartisipasi dalam penyelidikan epidemiologi jika terjadi kasus penyakit yang wajib dilaporkan;
  • Penyakit hewan lintas batas — mengidentifikasi penyakit hewan lintas batas dan patogen yang diasosiasikan dengannya, memahami distribusinya secara global, pengambilan dan penanganan sampelnya, penggunaan alat diagnostik dan terapeutik yang tepat, implikasi peraturan dan pelaporannya, serta tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Zoonosis (termasuk penyakit bawaan makanan) — mengidentifikasi zoonosis dan penyakit bawaan makanan serta patogen yang diasosiasikan dengannya; memahami penggunaan alat diagnostik dan terapeutik, implikasinya terhadap kesehatan manusia, pelaporannya, serta tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Penyakit infeksi baru dan muncul kembali — memahami penyakit infeksi baru dan penyakit infeksi yang muncul kembali, mendeteksi tanda klinis dan melaporkannya ke otoritas veteriner, memahami hipotesis kemunculannya, dan tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Program pencegahan dan pengendalian penyakit — memahami program baku yang telah ditetapkan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular, zoonosis, atau penyakit infeksi baru dan muncul kembali; cara mengidentifikasi hewan untuk ketertelusuran dan pengawasan oleh otoritas veteriner; memahami dan berpartisipasi dalam pelaksanaan rencana darurat untuk mengendalikan penyakit lintas batas, termasuk membunuh hewan secara manusiawi; berpartisipasi dalam kampanye vaksinasi reguler dan darurat, serta program uji-dan-potong/terapi, sistem deteksi dini, penyakit hewan yang wajib dilaporkan; serta tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Higiene makanan — memahami praktik keamanan pangan di peternakan, inspeksi pemotongan hewan, termasuk pemeriksaan pra- dan pascamati, serta penyembelihan yang manusiawi; integrasi antara pengendalian kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat, termasuk peran dokter hewan dengan dokter, praktisi kesehatan masyarakat, dan analis risiko;
  • Produk-produk veteriner — memahami penggunaan produk-produk veteriner dengan tepat, termasuk pencatatannya; konsep waktu henti obat untuk mencegah residu pada produk hewan yang akan dikonsumsi manusia; mekanisme perkembangan resistansi obat; hubungan penggunaan antibiotik pada hewan pangan dan berkembangnya resistansi antibiotik pada manusia; penggunaan obat-obatan dan bahan-bahan biologis dengan tepat untuk memastikan keamanan rantai pangan dan lingkungan; serta tempat untuk mencari informasi terbaru;
  • Kesejahteraan hewan — memahami kesejahteraan hewan dan tanggung jawab pemilik, dokter hewan, dan orang lain yang menangani hewan; mengidentifikasi masalah kesejahteraan hewan dan berpartisipasi dalam tindakan perbaikannya; memahami informasi terbaru tentang pengaturan kesejahteraan hewan dalam lingkup lokal, nasional, dan internasional, termasuk dalam produksi hewan, transportasi hewan, dan pemotongan hewan untuk konsumsi dan eliminasi untuk mengendalikan penyakit;
  • Legislasi dan etika veteriner — memahami peraturan tentang veteriner dan profesi kedokteran hewan di tingkat lokal, provinsi, nasional, dan regional, serta tempat untuk mencari informasi terbaru; menerapkan standar tinggi dalam etika profesi dokter hewan dalam keseharian; serta kepemimpinan dalam masyarakat dalam hal-hal yang berkaitan dengan pemanfaatan dan perawatan hewan;
  • Prosedur sertifikasi umum — memeriksa dan memantau individu hewan atau kelompok hewan untuk menerbitkan sertifikat bebas dari penyakit atau kondisi tertentu berdasarkan prosedur baku; serta mengisi dan menandatangani sertifikat kesehatan sesuai dengan aturan nasional;
  • Kemampuan komunikasi — mengomunikasikan informasi teknis dengan cara membuat yang dapat dipahami masyarakat umum; dan berkomunikasi secara efektif dengan rekan tenaga kesehatan profesional untuk saling bertukar informasi ilmiah dan teknis, serta pengalaman praktis.

Deskripsi Karier Dokter Hewan Kucing Jakarta Selatan

Deskripsi Karier Dokter Hewan Kucing

Dokter hewan disebut juga dengan medik veteriner. Dokter hewan bertugas mencegah, memeriksa, mengobati, dan melakukan perawatan pada hewan dari penyakit. Jenis kucing hewan yang ditangani bisa hewan besar (sapi, kuda, kambing, kerbau, babi), hewan kecil (anjing, kucing), unggas (ayam, itik, angsa, puyuh), hewan eksotik (ular, hamster, kura-kura, iguana), satwa liar (reptil, primata), satwa harapan (rusa, kelinci), satwa akuatik (ikan), ataupun hewan laboratorium (rodensia). Kalau ada hewan yang terluka, mengalami patah tulang, maka dokter hewan akan melakukan operasi.

Dokter hewan juga berperan penting dalam pencegahan penyakit hewan yang bisa menular ke manusia (zoonotik), seperti rabies, antraks, leptospirosis, juga flu burung. Secara aktif, seorang dokter hewan akan memberikan vaksin. Selain itu, dokter hewan memainkan peranan dalam proses pengembangbiakan hewan. Misalnya, dalam inseminasi buatan pada kuda, dokter hewan akan memperhitungkan kapan waktu yang tepat untuk menyuntikkan sperma kuda jantan ke rahim kuda betina. Dokter hewan juga akan memantau proses kehamilan pada kuda tersebut.

Sehari-hari, dokter hewan bisa bekerja di rumah sakit hewan, kebun binatang bahkan NGO internasional. Selain bekerja dalam bidang pemeriksaan dan pengobatan, ada juga lho dokter hewan yang bekerja sebagai pegawai negeri dan berdinas di pusat karantina, pusat pemeriksaan sanitasi daging hewan, dan pusat kesehatan hewan. Pilihan lain untuk profesi dokter hewan adalah praktik mandiri dengan membuka klinik kesehatan hewan. mrizky

Peran dan Tanggung Jawab Dokter Hewan Kucing Jakarta Selatan

Peran dan Tanggung Jawab Dokter Hewan Kucing
Peran dan Tanggung Jawab Dokter Hewan Kucing
  • Mencegah hewan agar tidak terinfeksi penyakit.
  • Memeriksa penyakit dan memberikan pengobatan pada hewan.
  • Melakukan diagnosis (klinik, patologik, laboratorium mikrobiologi, laboratorium imunologi, laboratorium parasitologi, dan lain-lain).
  • Menyusun nutrisi untuk kesehatan dan gangguan medik pada hewan.
  • Melakukan pemeriksaan kebuntingan, penanganan kebidanan, dan penanganan gangguan reproduksi pada hewan.
  • Melindungi kehidupan/kesehatan hewan dan risiko yang ditimbulkan.
  • Menanggulangi penyakit menular zoonotik dan non-zoonotik melalui terapi, eradikasi, dan lainnya.
  • Melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem pada hewan pangan.
  • Melindungi kesehatan manusia dari risiko yang ditimbulkan oleh bahan tambahan (additive), kontaminan, toksin atau organisme penyebab penyakit dalam.
  • Menjamin keamanan bahan pangan hewani yang dikonsumsi masyarakat.
  • Melakukan pengukuran dan penyeliaan kesejahteraan hewan.

Related posts

Dokter Hewan Kucing Tangerang

CaraBuat

Dokter Hewan Kucing Lhokseumawe

CaraBuat

Dokter Hewan Kucing Semarang

CaraBuat

Dokter Hewan Kucing Gorontalo

CaraBuat

Dokter Hewan Kucing Samarinda

CaraBuat

Dokter Hewan Kucing Tomohon

CaraBuat

Dokter Hewan Kucing Kotamobagu

CaraBuat

Dokter Hewan Kucing Ternate

CaraBuat

Dokter Hewan Kucing Manado

CaraBuat

Leave a Comment