Wisata

Wisata Metro Cara Membuat Rencananya

Wisata Metro Cara Membuat Rencananya

Kirim Mobil Jakarta Metro – Kota Metro (Aksara Lampung: HadTransparanMetro.PNG ) adalah salah satu kota di Provinsi Lampung. Berjarak 52 km dari Kota Bandar Lampung (ibu kota provinsi),[6] serta merupakan kota terbesar kedua di provinsi Lampung. Kota ini juga merupakan kota yang memiliki tingkat kemacetan paling rendah di Provinsi Lampung. Kota Metro masuk dalam Daftar 10 kota di Indonesia dengan biaya hidup terendah ke-9 di Indonesia serta urutan kedua di Pulau Sumatra berdasarkan Survey BPS tahun 2017. Kini, Kota Metro sedang melakukan pembenahan dan pengembangan kota yang lebih maju menuju visi dan misinya sebagai kota pendidikan dan wisata keluarga di Provinsi Lampung dengan memperbaiki sektor pendidikan, keamanan, kebersihan serta meningkatkan fasilitas publik, pengoptimalan ruang terbuka hijau, dan mempercantik tiap sudut kota dengan dibangunnya taman taman kecil. Kota Metro juga merupakan target cetak biru Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia sebagai kawasan strategis dan target pengembangan kota metropolitan setelah Bandar Lampung.

kirim mobil jakarta bandar lampung
kirim mobil jakarta way kanan
kirim mobil jakarta tulang bawang barat
kirim mobil jakarta tulang bawang

Wilayah Kota Metro yang berada di Selatan Garis Khatulistiwa pada umumnya beriklim humid tropis dengan kecepatan angin rata-rata 70 km/hari. Ketinggian wilayah berkisar antara 25–60 m dari permukaan laut (dpl), suhu udara antara 26 °C 34 °C, kelembaban udara 80%-91% dan rata-rata curah hujan per tahun 2.264 sampai dengan 2.868 mm.

Sejarah

Asal nama

Kirim Mobil Jakarta Metro – Versi pertama nama Metro berasal dari kata “Meterm” dalam Bahasa Belanda yang artinya “pusat” yang artinya di tengah-tengah antara Lampung Tengah dan Lampung Timur, bahkan ditengah (center) Provinsi Lampung.[8][9]. Versi kedua nama Metro berasal dari kata “Mitro” (Bahasa Jawa) yang berarti artinya teman, mitra, kumpulan. Hal tersebut dilatarbelakangi dari kolonisasi yang datang dari berbagai daerah di luar wilayah Sumatra yang masuk ke daerah Lampung.[8]. Pada zaman kemerdekaan nama Kota Metro tetap Metro. Dengan berlakunya Pasal 2 Peraturan Peralihan Undang-undang Dasar 1945 maka Metro Termasuk dalam bagian Kabupaten Lampung Tengah yang dikepalai oleh seorang Bupati pada tahun 1945, yang pada waktu itu Bupati yang pertama menjabat adalah Burhanuddin (1945-1948).

Hari jadi

Sejarah kelahiran Kota Metro bermula dengan dibangunnya sebuah induk desa baru yang diberi nama Trimurjo. Dibangunnya desa ini dimaksudkan untuk menampung sebagian dari kolonis yang didatangkan oleh perintah Hindia Belanda pada tahun 1934 dan 1935, serta untuk menampung kolonis-kolonis yang akan didatangkan berikutnya. Pada zaman pelaksanaan kolonisasi selain Metro, juga terbentuk onder distrik yaitu Pekalongan, Batanghari, Sekampung, dan Trimurjo. Kelima onder distrik ini mendapat rencana pengairan teknis yang bersumber dari Way sekampung yang pelaksanaannya dilaksanakan oleh para kolonisasi-kolonisasi yang sudah bermukim di onder distrik yang biasa disebut bedeng-bedeng dimulai dari Bedeng 1 bertempat di Trimurjo dan Bedeng 67 di Sekampung, yang kemudian nama bedeng tersebut diberi nama, contohnya Bedeng 21, Yosodadi.

Kedatangan kolonis pertama di desa Trimurjo yaitu pada hari Sabtu tanggal 4 April 1936 yang ditempatkan pada bedeng-bedeng kemudian diberi penomoran kelompok bedeng, dan sampai saat ini istilah penomorannya masih populer dan masih dipergunakan oleh masyarakat Kota Metro pada umumnya.

Jika datang ke kota ini lebih mudah menemukan daerah dengan istilah angka-angka/bedeng, yaitu:

  • Bedeng 1, bedeng 4, bedeng 5, bedeng 10: untuk menyebut wilayah di kelurahan Trimurjo
  • Bedeng 2, bedeng 3: untuk menyebut wilayah di kelurahan Adipuro
  • Bedeng 6c, 6 polos, 6b, 6d: untuk menyebut wilayah di kelurahan Liman Benawi
  • Bedeng 7a, 7c, 8: untuk menyebut wilayah di kelurahan Depokrejo
  • Bedeng 11a, 11b, 11c, 11d, 11f: untuk menyebut wilayah di kelurahan Simbarwaringin
  • Bedeng 12a, 12b, 12c, 12d: untuk menyebut wilayah di kelurahan Tempuran
  • Bedeng 13a, 13 polos, 20: untuk menyebut wilayah di kelurahan Purwodadi
  • Bedeng 14-1, 14-2, 14-3, 14-4: untuk menyebut wilayah di kelurahan Ganjaragung dan Ganjar asri
  • Bedeng 15a, 15 polos: untuk menyebut wilayah di kelurahan Iringmulyo
  • Bedeng 16a, 16b, 16d: untuk menyebut wilayah di kelurahan Mulyosari
  • Bedeng 16c: untuk menyebut wilayah di kelurahan Mulyojati
  • Bedeng 17a, 17 polos, 18, 19: untuk menyebut wilayah kelurahan Untoro
  • Bedeng 21a, 21 polos: untuk menyebut wilayah kelurahan Yosodadi
  • Bedeng 21c: untuk menyebut wilayah kelurahan Yosomulyo
  • Bedeng 22: untuk menyebut wilayah kelurahan Hadimulyo
  • Bedeng 23: untuk menyebut wilayah kelurahan di Metro Utara
  • Bedeng 24: untuk menyebut wilayah di kelurahan Tejosari dan Tejoagung
  • Bedeng 25, 26: untuk menyebut wilayah di kelurahan Margorejo
  • Bedeng 27: untuk menyebut wilayah di kelurahan Sumbersari
  • Bedeng 28, 29: untuk menyebut wilayah di kelurahan Purwosari
  • Bedeng 30-67: untuk menyebut wilayah di daerah Batanghari dan Sekampung.

Kirim Mobil Jakarta Metro – Bedeng di Kota Metro kini sering disebut juga dengan sebutan Distrik yang membuat semakin menguatkan akan kentalnya sejarah bekas kolonisasi penjajahan Belanda di kota ini. Di Kota Metro banyak masyarakat yang menyebutkan nomor bedeng/distrik tersebut dikarenakan lebih mudah dan familiar.

Setelah ditempati oleh para kolonis dari pulau Jawa, daerah bukaan baru yang termasuk dalam kewedanaan Sukadana yaitu Marga Unyi dan Buay Nuban ini berkembang dengan pesat. Daerah ini menjadi semakin terbuka dan penduduk kolonis pun semakin bertambah, sementara kegiatan perekonomian mulai tambah dan berkembang.

Berdasarkan keputusan rapat Dewan Marga tanggal 17 Mei 1937 daerah kolonisasi ini diberikan kepada saudaranya yang menjadi koloni dengan melepaskannya dari hubungan marga. Dan pada Hari selasa tanggal 9 Juni 1937 nama desa Trimurjo diganti dengan nama Metro. Tanggal 9 Juni inilah yang menjadi dasar penetapan Hari Jadi Kota Metro, sebagaimana yang telah dituangkan dalam perda Nomor 11 Tahun 2002 tentang Hari Jadi Kota Metro.

Kota Metro terdiri dari 5 kecamatan dan 22 kelurahan. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 165.368 jiwa dengan luas wilayah 61,79 km² dan sebaran penduduk 2.676 jiwa/km².[5][6]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Metro, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
18.72.03Metro Barat4Ganjar AgungGanjar AsriMulyojatiMulyosari
18.72.01Metro Pusat5Hadimulyo BaratHadimulyo TimurImopuroMetroYosomulyo
18.72.05Metro Selatan4MargodadiMargorejoRejomulyoSumbersari
18.72.04Metro Timur5IringmulyoTejo AgungTejosariYosodadiYosorejo
18.72.02Metro Utara4BanjarsariKarangrejoPurwoasriPurwosari
TOTAL126

Related posts

Wisata Jambi Cara Membuat Rencananya

CaraBuat

Wisata Prabumulih Cara Membuat Rencananya

CaraBuat

Wisata Sibolga Cara Membuat Rencananya

CaraBuat

Wisata Lampung Cara Membuat Rencananya

CaraBuat

Wisata Kalimantan Tengah Cara Membuat Rencananya

CaraBuat

Wisata Depok Cara Membuat Rencananya

CaraBuat

Wisata Bekasi Cara Membuat Rencananya

CaraBuat

Wisata Tangerang Selatan Cara Membuat Rencananya

CaraBuat

Wisata Jawa Tengah Cara Membuat Rencananya

CaraBuat

Leave a Comment