Wisata

Wisata Semarang Cara Membuat Rencananya

Wisata Semarang Cara Membuat Rencananya

Jasa Pengiriman Mobil Dari Semarang – Wilayah dataran rendah pada wilayah barat Kota Semarang hanya memiliki lebar 4 kilometer dari garis pantai, sedangkan pada wilayah timur Kota Semarang wilayah dataran rendah semakin melebar hingga 11 kilometer dari garis pantai. Wilayah dataran rendah ini merupakan dataran banjir dari sungai – sungai besar yang mengalir di Kota Semarang, seperti Kali Garang (Banjir Kanal Barat), Kali Pengkol, dan Kali Bringin. Wilayah dataran rendah ini membentang di sisi utara Kota Semarang dan hampir mencakup 40% total wilayah Kota Semarang. Wilayah dataran rendah ini dikenal sebagai kota bawah (Semarang Ngisor), sekaligus sebagai pusat aktivitas perekonomian kota. Dengan kondisi demikian, wilayah kota bawah sering kali dilanda banjir tahunan dan puncaknya ketika musim penghujan. Sejumlah wilayah khususnya Semarang Utara, banjir ini kadang juga disebabkan luapan air pasang laut (banjir rob). Wilayah perbukitan di Kota Semarang ini membentang di sisi selatan. Perbukitan ini merupakan bagian dari rangkaian formasi pegunungan utara Jawa yang membentang dari Banten hingga Jawa Timur. Wilayah perbukitan di Kota Semarang dikenal sebagai kota atas (Semarang Dhuwur). Wilayah perbukitan ini juga merupakan kawasan hulu dari sungai – sungai besar yang mengalir di Kota Semarang. Wilayah kota atas juga bagian dari bentang kaki gunung api Ungaran, yang terletak pada sisi selatan Kota Semarang.

jasa pengiriman mobil dari semarang ke jakarta
jasa pengiriman mobil di semarang
jasa pengiriman mobil semarang balikpapan
jasa pengiriman mobil jakarta samarinda

Semarang

Secara etimologis, nama “Semarang” berasal dari kata “sem”, yang berarti “asam/pohon asam”, dan kata “arang”, yang berarti “jarang”, yang digabungkan menjadi “asam yang jarang – jarang”. Penamaan “Semarang” ini bermula ketika Ki Ageng Pandanaran I datang ke sebuah pulau bernama Pulau Tirang (dekat pelabuhan Bergota) dan melihat pohon asam yang jarang – jarang tumbuh berdekatan. Penamaan Kota Semarang ini sempat berubah saat zaman kolonialisme Hindia Belanda menjadi “Samarang”. Kota Semarang merupakan satu dari tiga pusat pelabuhan (Jakarta dan Surabaya) penting bagi Hindia Belanda sebagai pemasok hasil bumi dari wilayah pedalaman Jawa.

Kota Semarang adalah salah satu kota penting yang terletak di pesisir utara Jawa dan sebagai hub utama penghubung Jakarta – Surabaya dan kota – kota di pedalaman selatan Jawa (Surakarta dan Yogyakarta). Kota Semarang memiliki ketinggian dari 2 meter bawah permukaan laut hingga 340 meter diatas permukaan laut dengan kemiringan lereng 0% – 45%. Kota Semarang merupakan kota yang memiliki kondisi topografi yang unik berupa wilayah dataran rendah yang sempit dan wilayah perbukitan yang memanjang dari sisi barat hingga sisi timur Kota Semarang. Wilayah dataran rendah di Kota Semarang sangat sempit.

Kota bawah ini meliputi Kecamatan Tugu, Semarang Barat, Semarang Tengah, Semarang Selatan, Semarang Timur, Gayamsari, Pedurungan, Genuk, dan Semarang Utara. Kota bawah ini merupakan kawasan pusat kota dan jantung perekonomian Semarang. Kota bawah juga berperan sebagai downtown, antara lain untuk pusat hiburan, perdagangan, pelayanan publik, dan pemerintahan. Kondisi topografi kota bawah yang mendukung, mendorong pertumbuhan ekonomi sangat cepat dan timbul perluasan wilayah perkotaan. Kota atas ini meliputi Kecamatan Gajahmungkur, Candisari, Banyumanik, Tembalang, Gunung Pati, Ngaliyan dan Mijen. Kini, wilayah kota atas merupakan pusat pertumbuhan baru di Kota Semarang. Salah satu sektor wilayah yang memiliki pertumbuhan yang spesifik terhadap differensiasi pusat aktivitas dan aglomerasi penduduk adalah sektor Banyumanik – Tembalang. Sarana prasara yang mendukung, sangat mendorong pertumbuhan dan minat investasi pada wilayah tersebut. Pertumbuhan pada wilayah ini ditandai dengan berkembangnya permukiman, munculnya pusat perekenomian baru, dan eksistensi gedung pencakar langit. Salah satu alasan wilayah ini berkembang juga merupakan hasil kebijakan Pemerintah Kota Semarang memindahkan UNDIP dari Pleburan ke Tembalang, sebagai upaya pemerataan penduduk di Kota Semarang. Strategi ini juga dilakukan pada pemindahan kampus UNNES dari Kelud Raya ke Gunung Pati.

Kota Semarang dialiri oleh beberapa sungai/kali, meliputi Sungai Garang (Kanal Barat), Sungai Semarang, Sungai Kanal Timur, Sungai Sringin, Sungai Plumbon, Sungai Karanganyar, Sungai Bringin, Sungai Cilandak, dan Sungai Siangker. Beberapa sungai ini difungsikan sebagai sistem drainase untuk pengendali banjir di Kota Semarang, meliputi Sungai Garang, Sungai Semarang, Sungai Kanal Timur, Sungai Plumbon, dan Sungai Bringin. Sistem hidro-drainase di Kota Semarang sudah mengenali sistem kanalisasi seperti kota – kota di Belanda. Sistem kanalisasi ini dilatarbelakangi oleh Pemerintah Hindia Belanda yang melakukan kanalisasi di Sungai Semarang dengan menyudet Sungai Semarang dengan Sungai Garang, untuk keperluan drainase banjir kota dan jalur lalu lintas kapal dagang. Sungai Semarang ini merupakan sungai yang mengalir ke wilayah pusat kota. Sungai Semarang mengalir dari kaki Bukit Bergota sisi barat – selatan Lawang Sewu – Jalur inspeksi Batan Miroto – Pecinan – Kota Lama – Muara Baru. Tahun 1885, Kanalisasi telah rampung dibangung oleh Pemerintah Hindia Belanda pada Sungai Garang (sisi barat kota). Sungai Garang ini merupakan Banjir Kanal Barat yang letaknya tepat di tengah wilayah Kota Semarang dan membagi Kota Semarang menjadi dua sisi, yaitu sisi barat dan sisi timur. Tahun 1895, Kanalisasi baru telah diselesaikan oleh Pemerintah Belanda sebagai upaya pencegahan banjir yang semakin parah di Kota Semarang kala itu, yaitu dengan membangun Banjir Kanal Timur. Pembangunan Banjir Kanal Timur ini dilakukan dengan menyudet Sungai Plumbon yang mengalir di wilayah timur Kota Semarang. Pembangunan kanalisasi di Kota Semarang merupakan pembangunan kanalisasi pertama di Indonesia. Keberhasilan kanalisasi Kota Semarang ini mendorong pembangunan kanalisasi di kota – kota lain, seperti Jakarta, Surabaya, dan Padang. Hingga kini, ketiga sungai kanal tersebut masih menjadi sorotan Pemerintah Kota Semarang untuk melakukan normalisasi dan pengerukan, agar drainase perkotaan dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Kota Semarang memiliki kemiripan karakteristik kondisi fisik dengan kota – kota di Belanda. Kemiripan ini berupa cekungan bawah laut, karena adanya depresi daratan sehingga membentuk ledokan yang tidak begitu luas. Depresi daratan ini disebabkan karena penurunan muka tanah dan land subsidence akibat eksploitasi airtanah berlebih. Jenis tanah aluvial juga berpengaruh dalam penurunan muka tanah di wilayah Kota Semarang. Adanya cekungan ini juga efek yang ditimbulkan karena aktivitas reklamasi pada pantai – pantai di Kota Semarang yang membentuk tanggul – tanggul laut. Beberapa wilayah di Kota Semarang, khususnya Semarang Utara memiliki ketinggian dibawah permukaan laut. Kondisi seperti ini memungkinkan timbulnya banjir cukup parah pada wilayah cekungan tersebut.

Kota Semarang memiliki garis pantai sepanjang 20 kilometer dengan tipologi pantai yang tidak beraturan. Pengaruh aktivitas manusia berperan dalam perubahan tipologi pantai, seperti aktivitas reklamasi dan sedimentasi oleh sungai. Salah satu kawasan reklamasi yang cukup dikenali oleh masyarakat Kota Semarang adalah Pantai Marina. Pertumbuhan Kota Semarang tidak lepas dari kondisi geografis Semarang yang merupakan wilayah pesisir dengan adanya pelabuhan. Pelabuhan menjadi cikal bakal pertumbuhan Kota Semarang hingga menjadi wilayah perkotaan saat ini. Bermula dari aktivitas perdagangan di pelabuhan menjadikan Kota Semarang merupakan wilayah strategis dalam pengembangan perekonomian dan kontribusi distribusi barang jasa sejak zaman pra-kolonialisme. Sungai – sungai yang mengalir di pusat kota dahulu merupakan kawasan pelabuhan. Salah satu sungai tersibuk sebagai jalur lalu lintas kapal dan perahu adalah sungai Semarang. Akibat sedimentasi sungai, sungai Semarang sudah tidak memungkinkan untuk jalur lalu lintas, kemudian pelabuhan direlokasi ke Muara Baru.

Kecamatan

Kota Semarang memiliki 16 kecamatan dan 177 kelurahan. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya diperkirakan sebesar 1.653.035 jiwa dan luas wilayah 373,78 km² dengan kepadatan 4.422 jiwa/km².[14][15] Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Semarang, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
33.74.11Banyumanik
ꦧꦚꦸꦩꦤꦶꦏ꧀
11BanyumanikGedawangJabunganNgesrepPadangsariPedalanganPudakpayungSrondol KulonSrondol WetanSumurbotoTinjomoyo
33.74.08Candisari
ꦕꦤ꧀ꦝꦶꦱꦫꦶ
7CandiJatingalehJomblangKaliwiruKaranganyar GunungTegalsariWonotingal
33.74.09Gajahmungkur
ꦒꦗꦃꦩꦸꦁꦏꦸꦂ
8BendanduwurBendan NgisorBendunganGajahmungkurKarangrejoLempongsariPetomponSampangan
33.74.04Gayamsari
ꦒꦪꦩ꧀ꦱꦫꦶ
7GayamsariKaligawePandean LamperSambirejoSawahbesarSiwalanTambakrejo
33.74.05Genuk
ꦒꦼꦤꦸꦏ꧀
13Bangetayu KulonBangetayu WetanBanjardowoGebangsariGenuksariKarangrotoKuduMuktiharjo LorPenggaron LorSembungharjoTerboyo KulonTerboyo WetanTrimulyo
33.74.12Gunungpati
ꦒꦸꦤꦸꦁꦥꦛꦶ
16CepokoGunungpatiJatirejoKalisegoroKandriMangunsariNgijoNongkosawitPakintelanPatemonPlalanganPonganganSadengSekaranSukorejoSumurejo
33.74.14Mijen
ꦩꦶꦗꦺꦤ꧀
14BubakanCangkiranJatibarangJatisariKarangmalangKedungpaneMijenNgadirgoPesantrenPolamanPurwosariTambanganWonolopoWonoplumbon
33.74.15Ngaliyan
ꦔꦭꦶꦪꦤ꧀
10BambankerepBringinGondoriyoKalipancurNgaliyanPodorejoPurwoyosoTambakajiWonosariWates
33.74.06Pedurungan
ꦥꦼꦢꦸꦫꦸꦔꦤ꧀
12GemahKalicariMuktiharjo KidulPalebonPedurungan KidulPedurungan LorPedurungan TengahPenggaron KidulPlamongan SariTlogomulyoTlogosari KulonTlogosari Wetan
33.74.13Semarang Barat
ꦱꦼꦩꦫꦁ​ꦏꦸꦭꦺꦴꦤ꧀
16BojongsalamanBongsariCabeanGisikdronoKalibanteng KidulKalibanteng KulonKarangayuKembangarumKrapyakKrobokanManyaranNgemplak SimonganSalaman MloyoTambakharjoTawang MasTawangsari
33.74.07Semarang Selatan
ꦱꦼꦩꦫꦁ​ꦏꦶꦢꦸꦭ꧀
10BarusariBulustalanLamper KidulLamper LorLamper TengahMugassariPeteronganPleburanRandusariWonodri
33.74.01Semarang Tengah
ꦱꦼꦩꦫꦁ​ꦠꦼꦔꦃ
15BangunharjoBrumbunganGabahanJagalanKarangkidulKaumanKembangsariKrangganMirotoPandansariPekundenPendrikan KidulPendrikan LorPurwodinatanSekayu
33.74.03Semarang Timur
ꦱꦼꦩꦫꦁ​ꦮꦺꦠꦤ꧀
10BuganganKarangtempelKarangturiKebonagungKemijenMlatibaruMlatiharjoRejomulyoRejosariSarirejo
33.74.02Semarang Utara
ꦱꦼꦩꦫꦁ​ꦭꦺꦴꦂ
9BandarharjoBulu LorDadapsariKuninganPanggung KidulPanggung LorPlombokanPurwosariTanjung Mas
33.74.10Tembalang
ꦠꦼꦩ꧀ꦧꦭꦁ
12BulusanJangliKedungmunduKramasMangunharjoMetesehRowosariSambirotoSendangguwoSendangmulyoTandangTembalang
33.74.16Tugu
ꦠꦸꦒꦸ
7JerakahKaranganyarMangkang KulonMangkang WetanMangunharjoRandu GarutTugurejo
TOTAL177

Transportasi
Kota Semarang dapat ditempuh dengan perjalanan darat, laut, dan udara. Semarang dilalui jalur pantura yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota di pantai utara Pulau Jawa. Selain itu, untuk memperlancar jalur transportasi ke arah kota/kabupaten di Jawa Tengah bagian Selatan dan Jawa Timur, saat ini telah dioperasikan ruas Jalan Tol Semarang-Solo yang beroperasi penuh sejak tahun 2018, dan untuk menghubungkan Semarang dengan kota-kota di Jawa Tengah bagian Barat, Jawa Barat, dan Jakarta, telah dioperasikan Jalan Tol Semarang-Batang yang beroperasi sejak tahun 2018. Angkutan bus antarkota dipusatkan di Terminal Terboyo, Kecamatan Genuk. Angkutan dalam kota dilayani oleh bus kota, angkot, dan becak. Pada tahun 2009 mulai beroperasi Trans Semarang, yang juga dikenal dengan BRT (Bus Rapid Transit), sebuah moda angkutan massal meskipun tidak menggunakan jalur khusus seperti busway (Trans Jakarta) di Jakarta. Pada tahun 2019, mulai beroperasi Feeder Trans Semarang yang merupakan kendaraan seperti ELF long chasis yang dapat menjangkau kawasan permukiman yang tidak dapat dilewati oleh BRT. Feeder ini juga memiliki koridor dan halte tersendiri, sehingga dapat memperluas akses transportasi umum di Kota Semarang.

Semarang memiliki peranan penting dalam sejarah kereta api Indonesia. Di sinilah tonggak pertama pembangunan kereta api Hindia Belanda dimulai, dengan pembangunan jalan kereta api yang dimulai dari desa Kemijen menuju desa Tanggung sepanjang 26 Km) dengan lebar sepur 1435 mm. Pencangkulan pertama dilakukan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr LAJ Baron Sloet van den Beele, Jumat 17 Juni 1864. Jalan kereta api ini mulai dioperasikan untuk umum Sabtu, 10 Agustus 1867.

Pembangunan jalan KA ini diprakarsai sebuah perusahaan swasta Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NV NISM) (terjemahan: Perseroan tak bernama Perusahaan Kereta Api Nederland-Indonesia) yang dipimpin oleh Ir JP de Bordes. Kemudian, setelah ruas rel Kemijen – Tanggung, dilanjutkan pembangunan rel yang dapat menghubungkan kota Semarang – Surakarta (110 Km), pada 10 Februari 1870. Semarang memiliki dua stasiun kereta api utama, yaitu: Stasiun Semarang Tawang dan Stasiun Semarang Poncol.

Angkutan udara dilayani di Bandara Ahmad Yani, menghubungkan Semarang dengan sejumlah kota-kota besar Indonesia setiap harinya. Sejak tahun 2008 Bandara Ahmad Yani menjadi bandara Internasional dengan adanya penerbangan langsung ke luar negeri, contohnya ke Singapura dan Kualalumpur. Pelabuhan Tanjung Mas menghubungkan Semarang dengan sejumlah kota-kota pelabuhan Indonesia; pelabuhan ini juga terdapat terminal peti kemas.

Related posts

Wisata Bangka Belitung Cara Membuat Rencananya

CaraBuat

Wisata Prabumulih Cara Membuat Rencananya

CaraBuat

Wisata Papua Barat Cara Membuat Rencananya

CaraBuat

Wisata Pagaralam Cara Membuat Rencananya

CaraBuat

Wisata Jakarta Utara Cara Membuat Rencananya

CaraBuat

Wisata Tidore Kepulauan Cara Membuat Rencananya

CaraBuat

Wisata Bontang Cara Membuat Rencananya

CaraBuat

Wisata Papua Cara Membuat Rencananya

CaraBuat

Wisata Metro Cara Membuat Rencananya

CaraBuat

Leave a Comment